Solusi Buta Warna

Kami Bisa Lulus Tes Buta Warna !!

Kenapa Anda Tidak Bisa ???!!!

Solusi Buta Warna .com – First of all, saya minta maaf !!! Saya tidak bisa menunjukkan kepada Anda berapa banyak orang yang telah saya bantu untuk LULUS tes buta warna dalam seleksi masuk ke sebuah perusahaan, instansi negara ataupun PTN. Namun saya bisa menunjukkan kepada Anda tentang bagaimana cara untuk  LULUS tes buta warna dalam seleksi masuk ke perguruan tinggi, seleksi perusahaan BUMN, oil & gas, manufacturing dan sebagainya. 

Saya juga seperti Anda yaitu Penderita BUTA WARNA. Saya akan menceritakan sedikit tentang perjuangan saya ketika BERJUANG untuk LULUS tes kelainan tersebut. Dulu, saya juga merasakan hal yang sama apa yang Anda rasakan ketika GAGAL dalam seleksi masuk ke sebuah perusahaan multinational cuma karena tes kelainan tersebut.

Bekerja di perusahaan multinational merupakan cita-cita saya sejak baru masuk kuliah. Ketika saya kuliah, saya selalu belajar dengan giat agar mendapatkan IPK yang tinggi untuk memenuhi persyaratan masuk di perusahaan multinational tersebut. Selain itu, saya juga belajar bahasa inggris secara rutin dengan tujuan ketika  saya menghadapi tes interview dalam bahasa inggris maka saya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari interviewer dengan lancar. Bahkan ketika kuliah, saya juga aktif dalam berorganisasi dan sering berpartisipasi dalam lomba nasional ataupun internasional dengan harapan semua hal tersebut bisa menjadi NILAI TAMBAH saya ketika seleksi masuk ke perusahaan multinational. Semua perjuangan itu hampir terasa percuma ketika saya gagal pada salah satu bagian akhir dari proses seleksi di sebuah perusahaan multinasional. TAHUKAH Anda? Kira-kira kenapa saya GAGAL menggapai cita-cita saya tersebut?. Padahal tinggal menyisakan SATU bagian lagi!.

Saya Buta Warna

Itu BENAR!! Ketika seleksi tersebut tinggal menyisakan tes kesehatan dan di dalamnya ada TES BUTA WARNA. Saya terbukti positif menderita buta warna. Pada awalnya, Saya tidak tahu bahwa saya menderita kelainan tersebut. Ketika dokter menyerahkan sebuah buku yang isi nya lingkaran-lingkaran dan  di dalam lingkaran tersebut terdapat ANGKA. Setelah itu, dokter tersebut bertanya kepada saya tentang angka yang ada di dalam lingkaran tersebut. Saya menjawab dengan apa yang saya lihat dimana angka-angka yang saya jawab adalah angka-angka yang dikategorikan apa yang dilihat oleh orang  buta warna.

Tahukah ANDA Bagaimana Perasaan Saya pada saat itu? 

Pada saat itu yang saya rasakan SANGAT SANGAT FRUSTASI, KECEWA, STRESS, GELISAH dan Lain-lain bahkan saya pernah mengeluh kepada ALLAH. Saya bertanya “kenapa saya harus buta warna?” Saya mengeluh karena Buta warna ini tidak ada obat nya. Pada saat itu, saya merasa sudah tidak ada lagi solusinya. Kelainan ini bukanlah yang saya inginkan. Perasaan-perasaan seperti STRESS, FRUSTASI, GELISAH itu lama menghantui saya hingga saya hanya bisa berdoa kepada ALLAH SWT.

Jika saat itu, saya GAGAL nya memang  karena potensi akademik ataupun kemampuan psikotes mungkin saya tidak akan kecewa karena itu murni kesalahan saya di masa lalu, ”Kenapa saya tidak belajar dari dulu!!”. Kalau lah saya gagal pada tes kemampuan akademik ataupun psikotes, SOLUSI nya masih banyak, contohnya: “saya akan belajar dengan giat untuk tes selanjutnya”. karena saya gagal nya pada tes BUTA WARNA, saya BINGUNG apa yang harus saya lakukan ketika tes buta warna selanjutnya.

Continue reading →